Krisis ekonomi global sudah di depan mata. Hujan badai belum ada tanda-tanda akan mereda. Bencana alam di mana-mana. Kapankah bangsaku ini akan menikmati senja? Yah, begitulah mungkin sekelumit kata-kata yang bisa melukiskan keadaan bangsaku sekarang ini. Mulai dari UU pornografi yang tidak kunjung selesai menuai pro dan kontra sampai acara televisi yang kian menggila (Gosip semua), di sini, di negara Indonesia tercinta.
Yup, rekan-rekan pasti sudah pada dengar tentang berita yang sedang hangat akhir-akhir ini. Yah, tentang UU pornografi. Salah satu undang-undang yang paling menimbulkan pro dan kontra saat ini. Pagi tadi aku sempat melihat-lihat berita di kaskus.us dan disitu nongol bahasan tentang penolokan Bali atas UU pornografi. “Klick”, halaman terbuka, aku bener-bener terkejut dengan reaksi rekan-rekan semua menanggapi thread ini. Hampir sebagian besar mendukung bali dalam upayanya mengajukan keberatan atas UU ini. Yang tidak aku mengerti, kenapa sih orang-orang ngotot banget menentang UU pornografi. Ini UU kan buat melindungi kaum hawa dan juga anak-anak yang kian hari kian menjadi sebuah objek ketimbang subjek (pelejaran bahasa Indonesia). Apa salahnya sih pakai pakaian yang enak dilihat, menutup aurat dan juga sopan.
yah…yah…yah…kita memang punya adat yang berbeda-beda, punya beraneka ragam suku dan agama. Tapi UU pornografi kan tidak menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan adat. Apakah goyang ngebor sambil nyanyi dangdut juga termasuk adat. Kagak kan, goyang kan emang reaksi spontan kalo denger lagu dangdut. Beberapa hari yang lalu aku juga sempet dimintai pendapat sama rekan forum tentang perkembangan dangdut di Indonesia. Anehnya, sebagian besar orang berpendapat kalo dangdut itu kuno gara-gara yang nyanyi pake pakaian ala nomaden gitu (kurang kain maksudnya). Kalo udah kayak gini lalu apa salahnya sih dibuat sebuah UU yang mengatur masalah perilaku porno ini. Aku yakin bangsa kita bisa lebih maju kalo tingkat konsumsi masyarakat akan pornografi bisa lebih ditekan. Kita sudah di ranking 5 sekarang bro perihal konsumsi pornografi ini. Malah sudah di ranking 2 kalo masalah kemudahan akses konten pornografi. Ayolah, bangsa ini sudah cukup tercemar dengan berbagai masalah. UU ini bisa jadi segelintir tools buat nyaring zat-zat pencemar itu. Yah, aku sadar banget kok kalo aku ini masih jauh dari baik buat nulis kritik tentang masalah ini. Tapi apa salahnya kalo kita merenung sejenak, “mau kemana bangsa ini akan kita bawa”.
Hidup kita cuma sebentar teman. Paling 60-70 tahun maksimal kita bisa menghisap indahnya dunia ini. Setelah mati kita mau ke mana? Aku jadi teringat kata-kata dosenku dulu kalau beliau sangat yakin beliau akan melihat Indonesia menjadi pusat peradaban dunia sebelum beliau meninggal. Akankah itu terwujud? Semua jawaban ada dipundak kita teman. Terutama para pemuda. Kan ada pepatah yang bilang, siapa yang menguasai pemuda, dia menguasai dunia. Mari lakukan sedikit perubahan, mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan MULAI SEKARANG!!!!